Ontrackers

WHO ARE ONTRACKERS 
OnTrackers are media outlets across Indonesia who are committed to assisting their communities how to protect themselves against things that threaten their health, livelihood or environment. OnTrackMedia Indonesia (OTMI) has already trained more than 830 media outlets and promised to continue providing information and assistance on new subjects. We are now offering all media outlets the chance to join OnTrackers so the media is empowered to help fight the threats that affect Indonesia.


HOW ONTRACKERS HELPS THE MEDIA
OTMI has already provided journalism training on Bird Flu, Measles immunization, poverty alleviation and hygiene. This year we will also work on new topics such as Energy Conservation and Human Trafficking. During the training we provide manuals as well as assist participants to make public service announcements (PSA's) that not only contain key life-saving messages but also promote a talk show so the public has a chance to learn more and ask questions of their own. Most stations report a huge increase in callers to such programs. 


OnTrackers will have access to: 
  • Manuals that provide detailed information on the topic. 
  • Frequently Asked Questions (FAQ) to help broadcasters prepare for talk shows. 
  • Tips on making creative public awareness programming and promotional PSA's and articles for newspapers. 
  • Contacts to reach sources of information. 
  • Examples of PSA's produced at our training to give ideas and inspire TV and radio producers to make their own. 
  • Examples of Newspaper articles produced at the training to give ideas. 
  • Facebook Club that allows you to share ideas and discuss problems between yourselves. 
  • Sometimes we also produce educational radio dramas which we are happy to provide for free. All the radio station has to do is sign an MoU committing to providing the broadcast log for our files. 

HOW TO JOIN 
Follow the link below to: 
  • Join our mailing list - so we can alert your newsrooms directly when urgent stories break. 
  • Download our manual & PSA to help you build public awareness campaigns of your own. 
  • Join our Facebook Club - so you can talk to each other and share ideas. 
  • Follow the link to sign the MoU and get access the radio drama (when available) 
CLICK HERE TO JOIN NOW 

SIAPA ITU ONTRACKERS
OnTrackers adalah jejaring media di seluruh Indonesia yang berkomitmen untuk membantu masyarakat mereka mengenai bagaimana melindungi diri terhadap hal-hal yang mengancam kesehatan, kehidupan atau lingkungan mereka. OnTrackMedia Indonesia (OTMI) telah melatih lebih dari 830 media dan berjanji untuk terus membantu dalam memberikan informasi terbaru. Kami menawarkan kesempatan untuk bergabung dengan OnTrackers sehingga media anda dapat berpartisipasi dalam membantu menyebarkan informasi dan dapat melindungi komunitas anda dari ancaman-ancaman tersebut. 

BAGAIMANA ONTRACKERS MEMBANTU MEDIA
OTMI telah memberikan pelatihan jurnalistik mengenai Flu Burung, Imunisasi Campak, Pengentasan Kemiskinan dan Kebersihan. Tahun lalu kami juga bekerja pada issue-issue baru seperti Konservasi Energi dan Perdagangan Orang. Selama pelatihan kami menyediakan manual serta membantu peserta untuk membuat iklan layanan masyarakat (PSA) yang tidak hanya berisi pesan kunci tentang menyelamatkan jiwa seseorang tetapi juga mempromosikan sebuah talk show sehingga masyarakat memiliki kesempatan untuk belajar lebih banyak dan mengajukan pertanyaan. Banyak stasiun media melaporkan ada peningkatan jumlah penelepon untuk program-program tersebut.

OnTrackers akan memiliki akses ke:
• Manual yang menyediakan informasi rinci pada topic tertentu.
• Pertanyaan yang Sering Diajukan (FAQ) untuk membantu pihak
  penyiaran mempersiapkan talk show.
• Tips membuat program kesadaran public yang kreatif, promosi melalui
  iklan layanan masyarakat (PSA) dan juga artikel untuk surat kabar.
• Kontak untuk mencapai sumber informasi.
• Contoh PSA yang diproduksi pada pelatihan kami untuk memberikan
  ide-ide dan mengilhami produser TV dan radio untuk memproduksi sendiri.
• Contoh artikel koran yang dihasilkan pada pelatihan untuk memberikan
  ide-ide.
• Klub Facebook yang memungkinkan Anda untuk berbagi ide dan
  mendiskusikan masalah diantara rekan media.
• Secara berkala, OTMI juga memproduksi drama radio yang bersifat mendidik, yang kami berikan secara gratis. Yang harus dilakukan untuk mendownload drama ini adalah menandatangani MoU yang menyatakan berkomitmen untuk menyediakan dan mengirimkan log siaran ke OTMI.

CARA BERGABUNG
Ikuti petunjuk link-link dibawah ini:
  • Bergabung dengan mailing list OTMI-  OTMI akan mengingatkan newsroom media anda secara langsung saat ada berita penting yang harus dinformasikan
  • Download manual & PSA yang OTMI sediakan untuk membantu Anda membuat kampanye kesadaran publik Anda sendiri.
  • Bergabunglah dengan Klub Facebook OTMI - sehingga Anda dapat berbagi informasi dan ide.
  • Ikuti link untuk menandatangani MoU dan mendapatkan drama radio (bila tersedia)
KLIK DISINI UNTUK BERGABUNG SEKARANG

Sweeping Unggas Flu Burung di Jakarta Terkendala Penolakan Warga

posted 11 Jan 2012, 03:08 by Evelina Simanjutak

Nasional / Rabu, 11 Januari 2012 12:54 WIB 

Metrotvnews.com, Jakarta:Selama dua hari terakhir Suku Dinas Peternakan dan Perikanan Pemerintah Kota DKI Jakarta di lima wilayah, serentak melakukan sweeping dan pemusnahan unggas yang diduga terinfeksi virus flu burung. Sayang, sweeping itu mendapat penolakan warga yang merasa unggas mereka sudah lolos standar keamanan dan kebersihan hewan peliharaan.

Penolakan di antaranya dilakukan warga Samanan di kawasan Jakarta Barat saat didatangi petugas Sudin Peternakan dan Perikanan Pemkot Jakbar. Warga menolak unggas-unggas mereka dimusnahkan karena merasa hewan peliharaan mereka sehat. Pemeliharaannya sudah sesuai standar keamanan serta kebersihan hewan peliharaan. Alasan warga itu sangat bertolak belakang dengan hasil pemeriksaan petugas ke kandang-kandang tempat unggas-unggas tersebut dipelihara.

Karena ditolak warga, rencana pemusnahan unggas secara massal di daerah itu pun dibatalkan. Petugas hanya memusnahkan beberapa unggas yang secara fisik tampak terjangkit flu burung. Petugas pun mengambil beberapa sampel darah unggas yang sehat, untuk diteliti di laboratorium.

Sweeping dan pemusnahan unggas secara massal lainnya berlangsung di wilayah Sunter Agung, Jakarta Utara. Meski sebelumnya telah disosialisasikan penyitaan unggas tak bersertifikat, beberapa warga menuntut agar pemerintah juga  memberikan kompensasi atas unggas yang dimusnahkan.

Sweeping unggas juga dilakukan di kawasan Tebet dan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Di sana petugas menyita 107 unggas untuk diperiksa lebih jauh, apakah terindikasi virus H5N1 atau flu burung.

Sweeping dan pemusnahan unggas itu akan berlangsung selama 3 bulan ke depan.(DSY)

Ayam Banyak Mati Mendadak, Warga Pagaralam takut Tertular Flu Burung

posted 6 Dec 2011, 01:20 by Evelina Simanjutak

Sriwijaya Post - Senin, 5 Desember 2011 17:45 WIB

SRIPOKU.COM, PAGARALAM - Beberapa pekan belakangan ini banyak ayam di Kota Pagaralam, Sumatera Selatan, mati mendadak.
Khawatir ayam-ayam bakal mati semua, warga peternak ayam meminta pihak terkait yaitu Dinas Peternakan dan Perikanan untuk melakukan penyemprotan vaksin disinfektan. Namun sayangnya pihak dinas terkait sedang kehabisan stok vaksin tersebut.
Habisnya vaksin untuk pencegahan virus H5NI atau flu burung tersebut membuat warga takut penyebaran virus tersebut semakin meluas.

Kepala Dinas Perternakan dan Perikanan Kota Pagaralam drh Syukri kepada Sripoku.com mengatakan, memang saat ini vaksin disinfektan sedang kosong. Hal tersebut dikarenakan suplai vaksin dari pihak provinsi dihentikan.

"Stok disinfektan kita memang sedang kosong, karena suplai dari pihak provinsi tidak ada. Karena saat ini berdasarkan informasi yang kita dapat disinfektan memang dihentikan penggunaannya. Karena jika ada ayam yang mati mendadak dan warga langsung melapor kepada kita maka kita akan melakukan pemusnahan," jelasnya.

"Saat ada ayam mati mendadak dan langsung kita semprot dengan disinfektan. Maka jika nanti ada lagi ayam yang mati mendadak di kandang yang sama maka virusnya tidak akan bisa lagi mati karena sudah kebal. Untuk itu lebih baik kita putus mata rantai penyebaran virus dengan melakukan pemusnahan ayam dan kandang tempat unggas yang mati mendadak tersebut," tambah Syukri.

Yayan (30), warga dusun Pagaralam Kelurahan Pagaralam Kecamatan Pagaralam Utara mengatakan, pihaknya sudah melakukan penyemprotan disinfektan di kandang ayamnya secara rutin setelah pada 2009 lalu banyak ayam miliknya yang mati mendadak. Namun saat ini serupa kembali terjadi dan hampir semua ayam peliharaannya mati mendadak.

"Setiap bulan kami selalu menyemprot kandang ayam kami dengan disinvektan, namun tetap saja ayam kami mati. Kami sangat berharap pihak dinas terkait dapat segera melakukan pengecekan apa penyebab banyaknya ayam yang mati mendadak tersebut," ujarnya.
Dijelaskan Yayan, sebelum mati ayam miliknya terlihat lesu, ngorok, muka pucat dan bulu kepala berdiri. 

Namun saat ayam diberi vitamin dan obat ayam tersebut langsung mati dengan kondisi jengger menjadi hitam. Jika sudah ada salah satu ayam yang mati maka ayam yang lainnya juga akan ikut mati.

Penulis : Wawan Septiawan
Editor : Sudarwan

Kematian Ayam di Kerinci Positif Flu Burung

posted 6 Dec 2011, 01:17 by Evelina Simanjutak

Tribun Jambi - Jumat, 2 Desember 2011 22:47 WIB
Laporan wartawan tribun Jambi, Edi Januar

TRIBUNJAMBI.COM, KERINCI - Puluhan ekor ayam milik warga di Desa Lubuk Suli, Kecamatan Depati Tujuh, mati secara mendadak. Warga menduga penyebabnya karena serangan wabah flu burung.

"Ayam saya juga ikut mati," ucap Syafrial, warga Lubuk Suli saat dikonfirmasi Tribun, Jumat (2/12). Katanya, ayam-ayam miliknya berjatuhan sejak seminggu yang lalu.  

Khawatir menular ke warga, perangkat desa sudah melaporkannya kepada dinas terkait, agar segera ditindaklanjuti. "Hari ini petugas sudah datang ke lokasi melakukan penyemprotan,"aku Syafrial.

Selain penyemprotan, petugas juga melakukan pemusnahan, terutama di rumah warga yang ayamnya paling banyak mati. "Ayam milik kepala desa hari ini juga dimusnahkan," tutur Syafrial.

Syafrial mengaku penyebabnya memang karena flu burung. "Informasi yang kami terima dari petugas, ternyata memang positif karena flu burung".

Kepala Desa Lubuk Suli, Darliusman, juga membenarkan banyaknya ayam yang mati secara mendadak. "Ayam saya juga banyak yang mati. Selain itu, ada juga laporan dari aparat desa yang menemukan ayam warga mati mendadak," katanya.

Awalnya Darliusman belum melaporkan kasus tersebut ke dinas terkait, karena masih ingin menunggu perkembangan lebih lanjut. "Karena semakin banyak ayam yang mati, akhirnya petugas datang ke desa untuk melakukan penyemprotan," sebut Darliusman.

Ia menduga, mewabahnya penyakit ayam di desanya, pascabanjir beberapa waktu yang lalu. "Bisa jadi ada hubungannya dengan banjir. Benih penyakit tersebut sampai di desa kami karena terbawa banjir, mengingat desa kami merupakan yang paling parah terkena banjir," tegasnya.

Akibatnya, warga mulai resah dan berharap dinas terkait segera bertindak, sehingga tidak ada warga yang menjadi korban. "Hari ini petugas sudah melakukan penyuluhan di mesjid. Kami berharap flu burung ini bisa segera tuntas," pungkasnya.

Penulis : edijanuar
Editor : ridwan
Sumber : Tribun Jambi

Sisi Lain Penahanan 8 Tersangka Korupsi Dana Flu Burung

posted 2 Dec 2011, 03:09 by Evelina Simanjutak

Kota Payakumbuh, Padang Ekspres • Berita Kriminal • Kamis, 01/12/2011 13:02 WIB •

Penahanan yang dilakukan jaksa terhadap 8 tersangka kasus dugaan korupsi dana penanggulangan flu burung senilai Rp118,4 juta, membuat gempar kalangan birokrasi dan DPRD. Bahkan, Sekretaris Kota Irwandi Datuak Batujuah dan Asisten II Sekko Richard Moesa, sempat menemui Kajari Tri Karyono.


Irwandi dan Richard menemui Tri Karyono, sekitar setengah jam sebelum delapan tersangka, yakni Wilson Fitriadi, Hari Yeni, Antoni, Ekarina Yulia, Surya Ade Saputra, Gusman Efendi, Rahmidarwati, dan Susi Suheni, diantar jaksa ke lembaga pemasyarakatan, dengan menggunakan mobil tahanan BA 9988 MC.


Tidak jelas, apa saja yang disampaikan Irwandi dan Richard kepada Tri. Pastinya, setelah bertemu dengan jaksa asal Klaten, Jawa Tengah itu, Irwandi dan Richard, terlihat sama-sama menemui 8 tersangka yang diperiksa di ruangan Pidana Khusus, Kejaksaan Negeri Payakumbuh.


Begitu bertemu dengan 8 tersangka, Irwandi dan Richard terlihat menyalami mereka satu persatu. Meski tidak ada komentar yang disampaikan kepada wartawan ataupun kepada 8 tersangka, namun dari raut wajah Irwandi dan Richard, tampak jelas kalau mereka prihatin dengan yang menimpa para tersangka, terutama 7 pejabat dan pegawai Dinas Pertanian.


Irwandi dan Richard bukanlah satu-satunya pejabat yang datang melihat 8 tersangka. Dua anggota DPRD Limapuluh Kota, Zulfahmi dari Partai Demokrat dan Noviyuliasni Datuak Paduko Rajo dari Partai Persatuan Pembangunan terlihat juga sempat datang untuk menemui Wilson Fitriadi, rekan mereka yang ikut ditahan.


Selain anggota DPRD, puluhan pegawai Dinas Pertanian Payakumbuh juga silih berganti datang ke Kejari Payakumbuh. Para pegawai datang memberikan dukungan moral untuk teman-teman mereka yang tersandung kasus hukum. Selain memberi dukungan, sejumlah pegawai juga terlihat menangis.


Mereka tidak menyangka, 7 teman-teman mereka akan langsung ditahan jaksa. Sebab mereka dengar, Rabu itu, jaksa baru menerima berkas perkara dugaan korupsi dana penanggulangan flu burung dari polisi. Tapi yang terjadi malah sebaliknya, begitu menerima berkas 8 tersangka, jaksa langsung menyodorkan sejumlah surat berwarna merah jambu.


Surat yang bukan berarti lambang cinta itu, berisikan perintah penahanan terhadap 8 tersangka. Begitu membacanya, para tersangka nampak pucat. Puluhan pegawai dan keluarga yang mendampingi hanya bisa tertunduk lesu. Kajari Payakumbuh Tri Karyono berharap, semua pihak menghormati proses hukum.


Hasil Audit BPKP
Kasus dugaan korupsi dana penanggulangan flu burung yang melibatkan 8 tersangka, menurut Kajari Tri Karyono dan Kapolres S Erlangga, berawal ketika Payakumbuh dinyatakan terjangkit flu burung, Januari 2007. Untuk penanggulangan, Kadistannak yang saat itu dijabat Ghazali Madjid, memanggil Kasubdin Keswan Haryeni.


Saat itu, Ghazali menanyakan ketersediaan vaksin avian invluenza dan disinfektan untuk penanggulangan flu burung. Pertanyaan Ghazali dijawab Haryeni dengan mengatakan, vaksin avian influenza tidak ada, sedangkan disinfektan juga tidak mencukupi.


Ghazali meminta Haryeni menaikan telaah staf, guna mencairkan dana tak terduga yang dianggarkan Pemko bersama DPRD Payakumbuh. Haryeni menaikkan telah staf 27 Februari 2007.  Tiga bulan kemudian atau 22 Mei 2007, berdasarkan RAB yang diajukan Haryeni, turun anggaran sebesar Rp100,3 juta.


Menurut Haryeni kepada polisi, anggaran itu digunakan untuk pengadaan bahan atau peralatan sebesar Rp49,8 juta, depopulasi selektifitas atau pemeriksaan sebesar Rp7 juta dan biaya operasional  sekitar Rp43,5 juta. Haryeni juga mengklaim, vaksinisasi dilakukan 12 Februari sampai 22 Mei 2007 oleh keenam vaksinator.


Lantas, dimana letak penyimpangan kegiatan ini? Menurut polisi, sebelum Haryeni mengajukan telaah staf, Distannak Payakumbuh sudah memperoleh bantuan vaksin dari Disnak Sumbar. Vaksin berlabel tidak dijualbelikan itulah yang digunakan untuk kegiatan vaksinasi 12 Februari sampai 22 Mei 2007.

Polisi menduga, pernyataan Haryeni kepada Ghazali, soal vaksin avian influenza sedang habis, tidak sesuai realita. Sebab saat itu, Disnak Sumbar baru mendistribusikan vaksin buat Payakumbuh, sebanyak 131.500 dosis. Dalam arti lain, telah staaf yang diajukan, hanyalah akal-akalan untuk mencairkan dana tak terduga sebesar Rp100,3 juta. (frv/mg13)

 

[ Red/Redaksi_ILS ]

sumber: Padang Ekspress

Disnak Lengkapi Daerah dengan Alat Deteksi Flu Burung

posted 2 Dec 2011, 03:05 by Evelina Simanjutak

Tribun Jambi - Rabu, 30 November 2011 15:03 WIB
TRIBUNJAMBI.COM, JAMBI - Dinas Peternakan Provinsi Jambi meningkatkan dan melengkapi kota dan kabupaten alat deteksi flu burung. Tujuannya supaya dapat segera melakukan penanganan ketika terjadi kasus.    
     
Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jambi, Husni Jamal, mengatakan, di sejumlah daerah di Provinsi Jambi seperti Kabupaten Kerinci kini kembali mewabah penyakit menular yang mematikan itu.
     
"Kita terus meningkatklan dan melengkapi pemerintah kota dan kabupaten alat deteksi penyakit flu burung, supaya dapat diketahui dan dilakukan penanganan cepat," katanya, Rabu (30/11).
     
Alat itu disiagakan dan digunakan oleh petugas kesehatan hewan di tiap kota dan kabupaten, yang bisa dibawa ke mana-mana atau daerah yang terindikasi menularnya wabah flu burung.
     
Contoh ayam yang mati tidak perlu lagi dibawa ke daerah lain atau Bukit Tinggi, daerah terdekat untuk menguji, apakah unggas yang mati akibat terkena flu burung atau tidak.
     
Ia menyebutkan, sebagian daerah di kota Sungai Penuh, Kota Jambi dan Kabupaten Kerinci, kini kembali tertular penyakit flu burung, dan sudah dilakukan upaya pencegahan dan menekan penyebaran.(*)

editor : giri
sumber: Antara

Ketua BK Terancam Dicopot Wawako Bezuk 4 Tersangka

posted 2 Dec 2011, 03:02 by Evelina Simanjutak

 Padang Ekspres • Berita Pemerintahan • Jumat, 02/12/2011 14:03 WIB • Fajar Rillah Vesky • 

Limapuluh Kota, Padek—Tersangka kasus dugaan korupsi dana penanggulangan flu burung di Kota Payakumbuh tahun 2007, Wilson Fitriadi, 38, terancam dicopot dari jabatannya sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD Limapuluh Kota. Bekas Direktur CV Mangganti, perusahaan yang ketiban proyek pengadaan vaksin flu burung itu juga terancam diberhentikan sebagai anggota DPRD dari Fraksi Partai Demokrat.


Ancaman tersebut semakin menguat, menyusul ditahannya Wilson oleh tim Jaksa Penuntut Umum, Kejaksaan Negeri Payakumbuh Rabu (30/11). Wilson ditahan bersama 7 orang Kasubdin, Kepala Seksi dan penyuluh pada Dinas Pertanian dan Peternakan, setelah tim jaksa menerima berkas perkara dan barang bukti dari penyidik unit Tindak Pidana Korupsi, Polres Payakumbuh.


Ketua Partai Demokrat Limapuluh Kota Darman Sahladi yang dihubungi Padang Ekspres, Kamis (1/12) mengatakan, Partai Demokrat (PD) menghormati proses hukum yang dilakukan penyidik kepolisian maupun kejaksaan. Kendati demikin, azaz praduga tidak bersalah diharapkan tetap dikedepankan semua pihak. Mengingat Wilson masih tersangka atau belum terpidana.


Soal status Wilson sebagai Ketua BK DPRD Limapuluh Kota maupun sebagai anggota Fraksi Partai Demokrat, menurut Ladi, sapaan akrab Darman Sahladi, yang juga Ketua DPRD Limapuluh Kota, tergantung dengan proses hukum yang akan dijalaninya. Jika Wilson dinyatakan bersalah berdasarkan putusan pengadilan yang berkekuatan hukum tetap, baru PD mengusulkan Pergantian Antar Waktu (PAW).


“PAW tentu dilakukan dengan mengacu UU Nomor 27 tahun 2009 MPR, DPR, DPD dan DPRD. Namun perlu kami tegaskan, hingga sekarang belum ada pembicaraan ataupun rencana untuk melakukan Pergantian Antar Waktu di jajaran DPC Partai Demokrat. Kami menunggu hasil putusan Pengadilan Tindak Pidana Korupsi. Kami tidak mau berandai-andai,” tegasnya.


Sesuai dengan aturan yang berlaku, jika Wilson dinyatakan bersalah dalam proses hukum di pengadilan, maka akan digantikan oleh calon legislatif peraih suara terbanyak berikutnya, dari daerah pemilihan yang sama dengan Wilson dan juga calon legislatif dari PD.


Wawako Membezuk
Masih terkait dengan kasus dugan korupsi dana penanggulangan flu burung tahun 2007, Wakil Wali Kota Payakumbuh Syamsul Bahri, Kamis siang, datang membezuk sejumlah tersangka yang merupakan pegawai Dinas Pertanian Payakumbuh. Syamsul mengecek kondisi para tersangka dan memberi dukungan moral.


“Soal proses hukum, kita tentu menghormati. Namun sebagai wakil wali kota, kita tentu prihatin dengan nasib adik-adik di Dinas Pertanian. Makanya, kita datang membezuk, untuk memberi dukungan moral. Kita berharap, semua pihak dapat menghormati azaz praduga tidak bersalah,” kata Syamsul.


Sebelumnya, kedatangan Wawako setelah memperoleh izin dari Kajari Payakumbuh Tri Karyono. Kendati mendapat izin, tapi Tri tetap mendampingi Syamsul selama berkunjung ke penjara di pusat kota tersebut.(*)

[ Red/Redaksi_ILS ]

sumber: Padang Ekspress

Sukabumi Waspadai Flu Burung

posted 2 Dec 2011, 03:00 by Evelina Simanjutak

Selasa, 29 November 2011 - 17:45 WIB

SUKABUMI (Pos Kota) –  Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat memperketat pengawasan masuknya hewan unggas ke wilayahnya.

Tindakan ini untuk mengantisipasi masuknya wabah flu burung dari luar daerah. Terlebih, sepanjang 2011 ditemukan ada lima kasus flu burung tiga kecamatan.

Kepala Dinas Peternakan (Disnak) Kabupaten Sukabumi, Asep Sugianto menjelaskan, lima kasus virus H5N1 ditemukan di tiga kecamatan yakni di Bojonggenteng, Jampang Tengah, dan Parakansalak. Temuan tersebut berdasarkan  hasil rapid tes yang menyatakan positif flu burung.

Dijelaskan Asep, merembaknya flu burung disebabkan banyak faktor. Peralihan cuaca dari musim kemarau ke musim hujan, misalnya. Faktor lainnya yakni masuknya virus H5N1 dari wilayah lain. Untuk itu, disnak akan memperketat lalu lintas unggas di perbatasan yaitu daroi Bogor dan Cianjur.

Lebih lanjut Asep memaparkan, penangana terhadap unggas positif flu burung langsung langsung ditindaklanjuti dengan menerapkan sembilan standar operasi (SOP) penanganan flu burung.

“Mulai menggencarkan (biosecurity) penyemprotan kandang unggas, pemusnahan unggas terbatas, dan vaksinasi. Kita juga memberikan sosialisasi tentang flu burung kepada masyarakat sekitar yang memelihara unggas,” ucapnya. Menurut Asep, dari temuan virus flu burung ini mayoritas terjadi di peternakan rakyat.

Sementara peternakan yang dikelola perusahaan besar saat ini sudah terbebas dari penyakit tersebut “Jumlah kasus flu burung sekarang menurun apabila dibanding dengan tahun 2007 lalu. Tahun ini hanya lima di tiga kecamatan, sementara pada 2007 kasus flu burung terjadi di 26 kecamatan. (sule/dms)

sumber: poskota.co.idhttp://www.poskota.co.id/berita-terkini/2011/11/29/sukabumi-waspadai-flu-burung

Ayamnya Terjangkit Flu Burung, Peternak Bangkrut

posted 27 Nov 2011, 20:37 by Evelina Simanjutak

 Liputan6.com, Polewali Mandar:
 Serangan flu burung kembali merebak di sejumlah lokasi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat sejak sepekan belakangan. Peternak setempat pun merugi hingga puluhan juta rupiah lantaran ribuan ayam ternak mereka mati mendadak. 

Salah satu peternak yang mengalami kerugian demikian adalah Muhammad Yusuf. Mendapati 2000 ekor ayamnya mati mendadak, peternak ayam potong di Kelurahan Manding, Polewali Mandar ini hanya bisa pasrah dan mengusap dada. 

Kepada SCTV, Jumat (25/11), Muhammad Yusuf bercerita, semula flu burung hanya menyerang 18 ekor ayamnya, namun dalam waktu singkat penyakit mematikan ini menyerang ayam lainnya. Padahal Yusuf berencana menjual ayamnya ke pasar tiga hari mendatang.

Yusuf mengaku rugi materi berupa biaya DOC (day old chicken) atau bibit ayam, pakan, dan obat-obatan yang mencapai Rp50 juta lebih. Kandang ayamnya kini kosong, hanya peralatan dan tempat makan ayam yang tersisa di dalamnya. Agar penyakit mematikan ini tidak menyebar luas ke peternak lain termasuk peternak ayam tradisional di sekitarnya, Yusuf kini berusaha membersihkan kandang-kandangnya dengan semprotan desinfektan. 

Nasib serupa juga dialami peternak lainnya di Kelurahan Mambulilling, Polmang. Sebanyak 2.000 ekor ayam ternaknya mati mendadak setelah terserang flu burung. Dari 2.000 ayam yang tinggal sepekan lagi dipanen, kini hanya tersisa 300-an ekor. Itu pun tak bisa diharap banyak lantaran kondisinya juga sudah mulai terserang penyakit. 

Polmang mengaku investasi yang sudah dikucurkan di kandangnya mencapai Rp45 juta lebih. Impiannya mengeruk untung hingga belasan juta rupiah pun musnah. Jangankan mendulang untung, mengembalikan modal investasi saja tidak jauh dari harapan. 

Baik Polmang maupun Muhammad Yusuf kini mengaku bingung melanjutkan usaha peternakan miliknya. Keduanya dan peternak lain menyayangkan langkah pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan setempat yang terkesan kurang antisipatif mengendalikan penyebaran flu burung. 

Tak hanya itu, Dinas Peternakan hingga kini pun belum turun melakukan penyemprotan massal di sejumlah lokasi yang berpotensi terserang wabah flu burung.(BJK/mla) 

Imunisasi Campak dan Polio di Kota Bandung Nyaris tanpa Kendala

posted 20 Nov 2011, 23:30 by Evelina Simanjutak

  Senin, 21/11/2011 - 04:51

BANDUNG, (PRLM).- Pelaksanaan kampanye imunisasi tambahan campak dan polio di Kota Bandung yang berlangsung 18 Oktober-18 November 2011, tidak menemui kendala yang berarti. Vaksin yang digunakan mencukupi kebutuhan.

Hal tersebut dikemukakan Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Bandung, dr Rita Verita Sri H., M.M., M.H.Kes., kepada "PRLM" di Bandung, Minggu (20/11). “Hampir tidak ditemui kendala dalam pelaksanaan kampanye imunisasi tambahan tersebut,” katanya.

Menurut Rita, kendala yang ditemui paling ketika dilakukan screening ketahuan anak sedang tidak sehat sehingga imunisasi terhadap anak tersebut ditunda dahulu. Setelah anak sehat petugas kesehatan melakukan jemput bola ke rumah anak tersebut dan dilakukan imunisasi langsung di rumah anak itu. “Atau orangtua anak tersebut kita minta datang ke pos pelayanan karena waktu pelayanan cukup panjang,” katanya.

Ditanya ketersediaan vaksin yang digunakan untuk keperluan tersebut, Rita mengatakan memenuhi kebutuhan karena kebutuhan vaksin sudah dihitung sedemikian rupa dan didrop langsung dari pusat. Namun, belum dihitung ada tidaknya sisa vaksin tersebut. “Belum kita hitung ada tidaknya sisa vaksin,” ungkapnya.

Rita juga mengatakan pelaksanaan kampanye tambahan imunisasi campak dan polio ini tidak mengalami kesulitan pada tempat-tempat pemukiman yang tergolong elite. Orangtua anak ada yang membawa anaknya untuk diimunisasi di dokter pribadi anak, ada yang dilayani di pos pelayanan, ada juga yang dijemput bola.

“Anak yang diimunisasi di dokter pribadi, datanya kita ambil. Ada juga anak yang kita kunjungi langsung jemput bola dan diimunisasi di rumahnya. Di Kota Bandung, pada kampanye tersebut untuk polio sudah mencakup sebanyak 168.617 atau 96,8 persen, sedang untuk campak tercakup 143.521 anak atau mencapai 95,9 persen. Data ini sampai 18 november 2011,” paparnya. (A-62/A-88)***


Sumber: Pikiran Rakyat Online

Serangan Flu Burung Meluas

posted 20 Nov 2011, 23:25 by Evelina Simanjutak   [ updated 20 Nov 2011, 23:28 ]

PINRANG, FAJAR
 -- Wabah flu burung meluas di Bumi Lasinrang, Kabupaten Pinrang. Hingga Jumat, 18 November, ayam peternak yang mati akibat flu burung capai 14.000 ekor di tiga kecamatan. 

Setelah kematian 6.500 ekor ayam milik peternak mitra Dinas Pertanian dan Peternakan Pinrang di Kampung Sipatokkong dan Awang-awang, Kecamatan Watang Sawitto, kini wabah berpindah ke kecamatan lainnya. Saat ini tim penanggulan Subdin Kehewanan kewalahan menangani kasus flu burung di Kecamatan Suppa dan Lanrisang. 

"Iya, flu burung sudah menyerang dua mitra peternakan di Tellung Palie, Suppa dan Kelurahan Lanrisang, Kecamat Lanrisang,” kata Kadis Pertanian dan Peternakan Pinrang, Johannis Popang, Sabtu, 18 November. 

Sementara dokter hewan, Elvin Martina yang dihubungi, mengakui serangan di dua lokasi peternakan milik mitra tersebut, di Tellung Palie Suppa, dilaporkan 4.000 ekor ayam yang mati dan Kelurahan Lanrisang, tercatat 3.500 ekor. "Angka kematian ini termasuk yang mati mendadak dan pemusnahan,” tambah Elvin. 

Dokter hewan ini juga mengatakan, ayam yang dimusnakan kemarin, dilakukan dengan pemotongan ayam positif flu burung. Setelah itu bangkai ayam dibakar lalu ditanam. 

"Kami akan lakukan sterilisasi agar manusia tidak masuk di areal bila tidak menggunakan pakaian yang sesuai standar operasional agar virus tidak menyangkit ke manusia," tambahnya.

Sedangkan pemusnahan 4.000 ekor ayam di peternakan mitra Tellung Palie, baru dilakukan Sabtu, 19 November, hari ini. (nas/ars) 

Sumber :www.fajar.co.id


1-10 of 16