Ontrackers‎ > ‎

Ayamnya Terjangkit Flu Burung, Peternak Bangkrut

posted 27 Nov 2011, 20:37 by Evelina Simanjutak
 Liputan6.com, Polewali Mandar:
 Serangan flu burung kembali merebak di sejumlah lokasi di Polewali Mandar, Sulawesi Barat sejak sepekan belakangan. Peternak setempat pun merugi hingga puluhan juta rupiah lantaran ribuan ayam ternak mereka mati mendadak. 

Salah satu peternak yang mengalami kerugian demikian adalah Muhammad Yusuf. Mendapati 2000 ekor ayamnya mati mendadak, peternak ayam potong di Kelurahan Manding, Polewali Mandar ini hanya bisa pasrah dan mengusap dada. 

Kepada SCTV, Jumat (25/11), Muhammad Yusuf bercerita, semula flu burung hanya menyerang 18 ekor ayamnya, namun dalam waktu singkat penyakit mematikan ini menyerang ayam lainnya. Padahal Yusuf berencana menjual ayamnya ke pasar tiga hari mendatang.

Yusuf mengaku rugi materi berupa biaya DOC (day old chicken) atau bibit ayam, pakan, dan obat-obatan yang mencapai Rp50 juta lebih. Kandang ayamnya kini kosong, hanya peralatan dan tempat makan ayam yang tersisa di dalamnya. Agar penyakit mematikan ini tidak menyebar luas ke peternak lain termasuk peternak ayam tradisional di sekitarnya, Yusuf kini berusaha membersihkan kandang-kandangnya dengan semprotan desinfektan. 

Nasib serupa juga dialami peternak lainnya di Kelurahan Mambulilling, Polmang. Sebanyak 2.000 ekor ayam ternaknya mati mendadak setelah terserang flu burung. Dari 2.000 ayam yang tinggal sepekan lagi dipanen, kini hanya tersisa 300-an ekor. Itu pun tak bisa diharap banyak lantaran kondisinya juga sudah mulai terserang penyakit. 

Polmang mengaku investasi yang sudah dikucurkan di kandangnya mencapai Rp45 juta lebih. Impiannya mengeruk untung hingga belasan juta rupiah pun musnah. Jangankan mendulang untung, mengembalikan modal investasi saja tidak jauh dari harapan. 

Baik Polmang maupun Muhammad Yusuf kini mengaku bingung melanjutkan usaha peternakan miliknya. Keduanya dan peternak lain menyayangkan langkah pemerintah dalam hal ini Dinas Kesehatan setempat yang terkesan kurang antisipatif mengendalikan penyebaran flu burung. 

Tak hanya itu, Dinas Peternakan hingga kini pun belum turun melakukan penyemprotan massal di sejumlah lokasi yang berpotensi terserang wabah flu burung.(BJK/mla) 

Comments