Ontrackers‎ > ‎

Kemensos Pulangkan 12 Anak Asal Sambas Korban Trafficking

posted 15 Nov 2011, 04:21 by Horea Salajan
KabarIndonesia - Mendindaklanjuti pemberitaan di media surat kabar pada awal Oktober lalu mengenai dugaan kasus human trafiking yang terjadi pada 12 anak di bawah umur asal Kabupaten Sambas Kalimantan Barat mendapat perhatian khusus dari Kementrian Sosial (Kemensos) di Rumah Sosial Perlindungan Anak (RSPA).
12 anak tersebut  berhasil diselamatkan oleh Polres Pelabuhan Tanjung Priok pada 29 September lalu dari kasus Trafficking, akhirnya di perbolehkan pulang kemarin di Kantor Kemensos, Jakarta, Senin (14/11/2011). Para tenaga kerja ini sebelumnya dijanjikan akan dipekerjakan di konveksi dan perusahaan wallet oleh sponsor tenaga kerja.
Ke-12 korban trafficking berusia 14 hingga 17 tahun, di antaranya berinisial WT, 15 tahun, asal Desa penyulung Kecamatan Teluk Keramat, WD, 14, Desa Lumbang Kramat Kecamatan Sambas, MT, 14, Desa Kubung Kecamatan Sambas. Selain itu LN, 17, TH, 14, GT, 16, HR, 15, dan NZ, 16, yang berasal dari Desa Segarau Kecamatan Sambas. Sedangkan YN, 16, dari Desa Sepandan Kecamatan Jawai, DW, 15, dari Desa Sekuyang Kecamatan Sambas dan PS, 15, asal Desa Sekumba Kecamatan Sambas.
Beny Sujanto Kepala Seksi Perlindungan Anak  Kementrian Sosial, Beny Sujanto mengatakan bahwa kedua belas anak itu sudah dianggap sehat secara mental, sehingga sudah bisa dipulangkan ke keluarganya.
"Jumlah  dari total dugaan korban human trafiking yang didatangkan dari Kab Sambas  di bagi dalam dua kelompok, dan setelah didata terjaring 12 orang yang ternyata masih di bawah umur dan berparas cantik", tambah Beny.
Dari penelusuran petugas Polres Metro Pelabuhan, ditemukan juga sejumlah lainnya yang telah lebih dulu tiba, dan tengah dipekerjakan di sebuah rumah sarang Walet, di kawasan Jakarta Barat. Total yang diamankan mencapai 43 orang, dan dua belas diantaranya adalah anak-anak. 
Kedua belas anak itu juga diberikan ketrampilan seperti menjahit, memangkas rambut dan kecantikan, serta menjahit seebagai bekal untuk kembali kemasyarakat. "Mereka juga diberikan pemahaman mengenai posisi anak dalam dunia pekerjaan, untuk menghindari percobaan eksploitasi berikutnya," kata  Beny. 
CLICK DI SINI UNTUK BERITA ASLI
Comments