Ontrackers‎ > ‎

Sweeping Imunisasi Campak-Polio ke Balita

posted 16 Nov 2011, 00:05 by Evelina Simanjutak
SUKADANA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kayong Utara hingga sekarang terus intensif melakukan sweeping terhadap balita yang belum diimunisasi campak dan polio. Kegiatan tersebut akan berlangsung hingga 18 November mendatang.Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kalbar yang disiarkan melalui koran ini pada 12 November lalu, capaian imunisasi campak di Kayong Utara sudah 95,93 persen. Sedangkan imunisasi polio, 96,19 persen. Artinya, kabupaten ini sudah mencapai target.


Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kayong Utara Rama Sebayang mengatakan bahwa sasaran imunisasi campak adalah balita 9 – 59 bulan dan polio, 0 – 59 bulan. Rama menargetkan capaian imunisasi campak dan polio diharapkan hingga 100 persen dan minimal, 95 persen.“Target 95 persen itu cukup berat apalagi 100 persen. Tetapi kita berjuang keras supaya tercapai. Oleh karena itu, sejak pekan kedua sejumlah puskesmas sudah memulai sweeping ke rumah-rumah yang ada balitanya,” jelas Rama.

Dikatakannya bahwa pada pekan pertama dan kedua pelayanan imunisasi di Kayong Utara telah dilaksanakan di posyandu yang tersebar di desa-desa. Kemudian memasuki minggu ketiga, petugas Dinkes secara intensif melakukan sweeping ke setiap rumah yang memiliki balita. “Bisa saja bayi yang tidak dibawa orangtuanya ke posyandu atau tempat pelayanan kesehatan lainnya sedang dalam kondisi sakit atau alasan lainnya,” ujarnya.

Diakuinya, memang sulit jika sasaran imunisasi polio dan campak mencapai 100 persen. Salah satunya di Kayong Utara yang tak dipungkiri masih ada komunitas yang menolak anak-anaknya untuk diberi antigen atau imunisasi. Terlepas dari itu, Rama berharap kampanye imunisasi campak dan polio telah menekan penularan penyakit tersebut. “Minimal dalam satu komunitas sudah ada balita yang kebal,” ucapnya. 

Sekadar diketahui, Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki peringkat tertinggi dalam hal jumlah penderita penyakit campak. Tercatat setiap tahun sekitar satu juta penduduk Indonesia terserang penyakit campak. Dari angka tersebut, 30 ribu di antaranya meninggal dunia karena penyakit yang diakibatkan virus campak golongan Paramyxovirus ini. Jumlah penderita campak yang besar inilah yang membuat Indonesia menjadi salah satu dari 47 negara yang diidentifikasi WHO dan UNICEF untuk melaksanakan akselerasi dan menjaga kesinambungan dari reduksi campak. (mik)

Comments